Tuesday, October 8, 2013

Warna kuning pada bayi





Apa arti timbulnya warna kuning pada bayi ?


Kuning (jaundice) adalah warna yang terlihat pada kulit, selaput mukosa (bisa anda search di google image)  dan konjungtiva mata (bagian mata yang berwarna putih)

Padi bayi, terkadang kita jumpai warna kuning pada kulitnya, khususnya beberapa hari setelah bayi dilahirkan, hal ini disebabkan oleh fungsi hati yang belum sempurma


Apakah warna kuning pada bayi itu normal ?

Dokter anak anda akan menilai warna kuning yang dijumpai pada bayi itu tidak normal, jika warna kuning tersebut :

1. Timbul 24 jam awal dari kehidupan

Jaundice yang terlihat pada 24 jam pertama kehidupan adalah jaundice yang tidak normal, segera konsultasikan ke dokter anak anda

2. Menetap > 8 hari pada bayi cukup bulan, dan > 14 hari pada bayi kurang bulan

Yang dimaksud dengan bayi cukup bulan adalah ketika umur kandungan anda 37-42 minggu. Jika warna kuning menetap lebih dari 8  hari, konsultasikan ke dokter anak anda

Sedangkan yang dimaksud dengan bayi kurang bulan adalah ketika umur kandungan < 37 minggu. Jika warna kuning menetap  lebih dari 14 hari, konsultasikan ke dokter anak anda

Bagaimana bisa timbul jaundice ?

Jaundice timbul oleh karena banyaknya bilirubin yang beredar di dalam darah. Bilirubin yang beredar bisa disebabkan oleh masalah aliran pada kandung empedu, atau kelainan darah (hemolisis)

Apa yang perlu diperhatikan ?

Dokter  akan  mengambil darah bayi anda untuk mengetahui kadar bilirubin di dalam darah.
Nilai yang didapat, akan dijadikan dasar dalam menetukan terapi

Jika nilai  bilirubin total < 20 mg/dl, bayi anda akan mendapat terapi sinar, tetapi jika bilirubin total > 20 mg/dl, bayi anda akan mendapat transfusi tukar, untuk menjaga kualitas sel darah merah 

Sunday, October 6, 2013

Mengenal tanda vital pada anak





Apa yang dimaksud dengan tanda vital (vital sign) ?

Vital sign adalah kumpulan tanda objektif (terukur) yang digunakan untuk menilai kondisi anak. Baik atau buruknya kondisi penyakit, dinilai dari tanda tanda objektif  ini.

Apa saja yang termasuk pada vital sign ?

Termasuk kepada vital sign adalah : sensorium (tingkat kesadaran), tekanan darah, denyut jantung, frekuensi pernapasan dan temperatur

Bagaimana mengukur vital sign ?

Khusus untuk menilai sensorium dan tekanan darah, merupakan kompetensi dokter anda. Sederhananya, anak yang memiliki penurunan sensorium (tidak sadar) tentunya memiliki kondisi yang lebih buruk, jika dibandingkan dengan dewasa

Begitu juga dengan tekanan darah. Dokter anda akan merujuk pada tabel task force (bisa anda lihat di google image) khusus untuk menilai tekanan darah anak anda.


Bagaimana dengan temperatur, denyut jantung dan frekuensi napas ?

Ketiga tanda vital ini bisa anda ukur sendiri, dan tidak memerlukan alat khusus

Khusus untuk temperatur normal pada anak, anda bisa baca blog saya mengenai demam (anak dengan demam)

Berikut saya sertakan nilai normal denyut jantung pada beberapa kelompok usia pada anak :
0-1  tahun : 100-160 x per menit, reguler (teratur)
1-3  tahun : 90-150 x per menit, reguler 
3-6 tahun : 80-140 x per menit, reguler
6-12 tahun : 70-120 x per menit, reguler
12-18 tahun : 60-100 x per menit, reguler

Berikut adalah nilai normal frekuensi napas pada beberapa kelompok usia anak :
0-1 tahun : 30-60 x per menit
1-3 tahun : 24-40 x per menit
3-6 tahun : 12-34 x per menit
6-12 tahun : 18-30 x per menit
12-18 tahun : 12-16 x per menit

Apa yang harus diperhatikan ?

Saat mengukur temperatur, hendaknya pastikan kulit ketiak (axila) kering dan tidak basah

Saat mengukur denyut jantung, bisa melalui perabaan arteri radialis. Posisi arteri radialis bisa anda lihat di google image.

Saat mengukur frekuensi napas, yang diukur adalah naik - turun nya perut, karena anak, masih bernapas secara abdominal-torakal ( terlihat jelas pada perut dibanding dada)

Jika pada pengukuran terdapat poin yang tidak sesuai dengan rujukan, anda bisa diskusikan ke dokter anak anda



Saturday, October 5, 2013

Intoksikasi alkohol pada remaja





Apa yang perlu diketahui tentang alkohol ?

Alkohol merupakan zat berbahaya yang sering dikonsumsi dalam jumlah kecil. Zat ini akan menjadi toksik (racun) jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Beberapa kandungan yang mematikan pada alkohol adalah : ethanol, isopropanol, ethylene glycol dan methanol

Berapa kadar toksik (racun/mematikan ) pada alkohol ?

Pada dewasa, alkohol akan bersifat toksis jika dikonsumsi lebih dari 5 mg/dl, sedangkan pada anak dan remaja, alkohol menjadi toksik pada dosis di atas  3 mg/dl

Bagaimana alkohol menyebabkan kematian ?

Alkohol akan merusak sistem tubuh dengan beberapa mekanisme berikut :
1. Depresi pernapasan
Alkohol akan merusak sentra pengaturan napas di otak. Penderita akan bernapas sangat lambat, sehingga  jumlah oksigen yang ditampung dalam tubuh berkurang. Tubuh akan bekerja dengan oksigen yang rendah. Seperti mobil yang kehabisan bensin (kematian)

2. Kardiovaskular kolaps
Alkohol juga merusak sel jantung. Jantung bekerja tidak maksimal, sehingga organ organ penting seperti otak, ginjal, hati tidak mendapat suplai yang cukup. Kinerja organ organ penting itu pun seperti mobil kehabisan bensin (kematian)

3. Aspirasi
Jumlah alkohol yang berlebihan, akan menyebabkan penurunan kesadaran. Penurunan kesadaran akan mengacaukan sistem pengatur jalan masuk makanan ke esopagus (pipa lambung) dan pipa menuju paru paru (trakea). Pipa lambung berada tepat di bawah trakea. Penurunan kesadaran akan menyebabkan alkohol masuk ke trakea. Alkohol yang masuk melalui trakea akan merusak jaringan paru paru. Penderita akan kesulitan bernapas, yang akhirnya berakibat kematian

Apa yang perlu diperhatikan ?

Alkohol lebih mematikan pada anak/remaja jika dibandingkan dewasa. Gaya hidup hedonis (pesta) pada remaja memegang peranan dalam meningkatkan angka kematian oleh alkohol

Diperlukan edukasi dini terhadap bahaya alkohol pada remaja. Pengalaman saya, seluruh pasien remaja dengan intoksikasi alkohol di rumah sakit, berakhir pada kematian.

Friday, October 4, 2013

Anak dengan kejang (bagian 2)

Apa yang bisa anda lakukan saat anak anda kejang ?

1. Tenang dan jangan panik
Kepanikan tidak membuat kondisi anak anda membaik, tetap tenang dan lakukan langkah berikut

2. Segera cari transportasi ke rumah sakit
Begitu anak kejang, segera panggil orang tersdekat untuk mencarikan transportasi dan anda tetap bersama anak yang kejang untuk memberikan bantuan hidup dasar

3. Berikan anti kejang melalui dubur
Jika memiliki anti kejang, gunakan segera melalui dubur. Jika tidak memiliki obat, konsentrasi pada BLS hingga anak sampai ke rumah sakit


Apa yang dimaksud dengan bantuan hidup dasar (Basic Life suppot/BLS) ?

BLS adalah bantuan dasar yang ditujukan untuk mempertahankan hidup. beberapa langkah BLS adalah :

1. Bebaskan jalan napas.
Cara pembebasan jalan napas bisa anda temukan di gambar mesin pencari google, dengan kata kunci berikut : chin lift, jaw trush dan head tilt. Ingat !! Pada anak dengan luka pada kepala, dilarang menggunakan head tilt pada pasien ini karena akan menyebabkan patah tulang leher (fraktur cervical)

2. Beri bantuan napas
Pada anak dengan kejang, biasanya anak tetap bernapas. Sekiranya anak tidak bernapas, bisa dimulai dengan pemberian bantuan napas dengan teknik : mouth to mouth for basic life suppot, bisa anda cari di google image (gambar)

3. Periksa nadi, jika perlu beri pompa jantung
Pada anak dengan kejang, biasanya nadi anak tetap teraba. Anda bisa menilai nadi pada arteri jugularis. Posisi arteri jugularis bisa anda cari pada google image: arteri jugularis. Sekiranya nadi teraba, dan anak tidak bernapas, berikan napas bantuan 40 kali (pada bayi ) dan 30 kali pada anak yang lebih besar

Jika anak tidak bernapas  dan nadi tidak teraba, lakukan pompa jantung. pembahasan mengenai pompa jantung akan saya bahas pada blog khusus.

Apa yang perlu diperhatikan ?

Anak dengan riwayat kejang demam, mencegah demam tidak tinggi adalah cara yang baik untuk mencegah kejang selanjutnya

Anak dengan riwayat demam, hendaknya selalu menyediakan obat anti kejang yang diberikan/dipersiapkan oleh dokter anda

Anak dengan Kejang


Kejang, bagaimana mengenalnya ?

Kejang merupakan gerakan menegang (tonik) dan menghentak hentak (klonik) atau gabungan keduanya (tonik-klonik). Pada anak yang lebih besar, tentunya mudah mengenal kejang, tetapi akan sulit mengenal kejang pada bayi

Jika bayi anda terlihat memiliki gerakan seperti ini, mungkin bayi anda sedang mengalami kejang :
1. Gerakan mata yang tidak normal
 Biasanya bergerak pada satu arah, ke sisi kiri atau kanan (nistagmus)

2. Gerakan oro-bukal-lingual (mulut-rongga mulut-lidah)
Gerakan menghisap, mengunyah, mengeluarkan lidah yang timbul dengan provokasi (rangsangan)

3.Gerakan progresif
Gerakan mendayung, berenang, mengayuh sepeda yang timbul dengan provokasi

4. Gerakan tiba-tiba
Gerakan menghentak kaki yang timbul dengan provokasi (rangsangan)

5. Kaku pada sebahagian atau seluruh bagian tubuh
Kaku yang terlihat pada leher, tangan atau kaki

Apa saja jenis kejang ?

Kejang bisa timbul tanpa demam maupun dengan demam. Kejang yang timbul dengan demam, bisa bersifat sederhana ataupun kompleks. Dikatakan kejang sederhana jika waktu kejang tidak lebih dari 15 menit,  frekuensi tidak lebih dari 4 kali serangan dalam 1 tahun, pada anak di usia 6 bulan-4 tahun dan demam timbul dalam rentang waktu 16 jam setelah muncul demam. Keadaan sebaliknya bisa ditemukan pada kejang demam kompleks

Kejang yang tidak disertai demam, kebanyakan mengarah pada epilepsi. Cara menentukan anak anda demam (febris) atau tidak, bisa dibaca di blog saya mengenai demam ( anak dengan demam )

Kejang secara umum disertai dengan penurunan kesadaran, kecuali anak dengan tetanus

Apa yang harus  diperhatikan saat kejang ?

Perhatikan durasi anak anda mengalami kejang. hal ini sangat membantu dokter anda menetukan jenis kejang, sehingga keberhasilan terapi tercapai

Perhatikan gerakan kejang. Menghentak hentak, menegang, atau gabungan keduanya

Perhatikan ada/tidak demam. Seperti yang saya utarakan sebelumnya, jenis kejang ada yang disertai dengan demam, ataupun tidak dengan demam. Hal ini membantu dokter untuk memilih terapi yang tepat untuk anak anda

Pada blog berikutnya, saya akan jelaskan apa yang musti anda lakukan saat anak anda kejang



Wednesday, October 2, 2013

Anak dengan diare

Apa yang dimaksud dengan diare (Gastro Enteritis/ GE) ?

Diare adalah anak dengan BAB dengan konsistensi cair, lebih dari 3x dalam 1 hari. Definisi lengkap bisa anda buka di WHO


Apa yang harus diperhatikan pada anak dengan GE ?

Perhatikan tanda tanda dehidrasi. Anak memiliki kadar cairan lebih banyak jika dibandingkan dengan dewasa. Beberapa tanda dehidrasi yang bisa diperhatikan  antara lain : ubun ubun cekung, pipi cekung, mata cekung, anak menangis tanpa keluar air mata, perut terlihat cekung, mulut dan lidah kering dan turgor (tekanan kulit) berkurang, sehingga kulit tidak elastis. Untuk lebih jelas perhatikan gambar yang saya ambil dari google :


Bagaimana tatalaksana dari GE ?

Cairan merupakan terapi utama. Jika tidak ada penyulit, anak tidak memerlukan antibiotik atau anti demam. Tatalaksana WHO menganjurkan pemberian seng (Zn) sebagai terapi disamping cairan. Zn mengurangi gerakan usus sekaligus menambah massa feses.

Cairan bagaimana yang diberikan ?

Pada GE, tubuh bukan saja kehilangan cairan, tetapi juga kehilangan elektrolit yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu, dokter anda akan memberikan cairan yang mengandung elektrolit seperti NaCL, RL, pedialit atau oralit



Mengenal foto rontgen dada pada anak

Apa sih yang dilihat dokter di foto rontgen ?

Dokter anda melihat kondisi paru dan jantung pada foto dada. Jika diiulstrasikan, kira kira seperti gambar di bawah. Gambaran massa padat dan cairan akan terlihat berwarna putih (radioopaque), sedangkan massa yang berisi udara akan terlihat berwarna hitam (radiolusen)



Pada penyakit apa saja dianjurkan untuk dilakukan foto rontgen dada ?

Pada anak, penyakit paru-paru dengan gejala sesak nafas, batuk terus menerus, dan penyakit jantung dengan gejala cepat lelah dilakukan foto dada. Selain itu, penyakit lain yang terdapat pada jantung dan paru serta diafragma (batas antara dada dan perut) juga dianjurkan dilakukan pemeriksaan ini

Apakah pemeriksaan ini berbahaya ?

Bahaya radiasi tetap menjadi perhatian, apalagi pada anak. Pemeriksaan tentunya dilakukan dengan pertimbangan khusus. Pemeriksaan ini merupakan prosedur rutin yang dilakukan pada sentra  kesehatan